Hat-trick! Virtus.Pro

PGL The Bucharest Major menjadi turnamen Dota 2 yang menyita banyak perhatian akhir-akhir ini. Kembali menggunakan swiss format, tumbangnya tim-tim favorit, hingga drama 27-0 antara Evil Geniuses melawan Team Liquid pada putaran 8 besar, turut mewarnai berlangsungnya turnamen.


Tiket final Virtus.pro terbilang sulit diraih, pada babak 8 besar mereka harus bertemu tim raksasa Amerika Utara, OpTic Gaming yang digawangi oleh pemain-pemain penuh pengalaman, sebut saja Peter “ppd” Dager dan Ludwig “zai” Wåhlberg.
Dua mantan punggawa Evil Geniuses ini, merupakan dua support yang mampu memberikan peluang kemenangan lewat taktik, strategi dan draft pick mereka. Namun, walau sempat kalah lewat comeback di babak swiss format, Virtus.pro rupanya mampu melaju ke babak berikutnya dengan skor 2-0 tanpa balas pada pertandingan babak 8 besar – play off Bucharest major.
Selanjutnya mereka bertemu dengan salah satu tim kuat Dota 2 lainnya, sang juara bertahan The International 7 yang memiliki segudang prestasi, Team Liquid. Pertarungan kedua tim terbilang sangat sengit, lewat format best-of-three mereka harus memaksa pertandingan lewat babak penentuan dengan game ke-3.
Di babak penentuan, draft pick yang cepat dengan first pick Earth Spirit dan Venomancer dari Team Liquid, sempat memberikan prediksi mengenai pengunaan strategi yang sama seperti game kedua. Namun, ternyata last pick carry dari Amer “Miracle-” Barqawi yang menggunakan Huskar, mampu membuat permainan semakin menegangkan.
Walau sempat unggul dan menyisahkan 3 set tower highground di akhir game, ternyata Virtus,pro mampu membalikkan keadaan. Tim Virtus.pro lewat Roman “Ramzes666” Kushnarev yang menggunakan Terrorblade, mampu menghancurkan objektif dengan mudah lewat skill Metamorph nya. Alhasil, tiket final mampu diamankan oleh tim dengan logo beruang kutub tersebut, skor 2-1 untuk kemenangan Virtus.pro.
Menuju babak final, mereka bertemu dengan VGJ.Thunder, setelah tim tersebut mampu mengalahkan sang juara ESL One Genting 2018Newbee dengan skor 2-0 tanpa balas. VGJ.Thunder sendiri mampu lolos ke babak play off dengan hasil sempurna lewat status tim tak terkalahkan pada babak swiss format PGL Bucharest Major.
Pertandingan pertama dimulai dengan ketat, skor yang terbilang imbang dengan 12-8 dimenit ke 12, terbilang sulit untuk menebak siapa pemenang game pertama tersebut.
Namun perbedaan mencolok terlihat ketika fase mid-game, memberikan keunggulan 11k networth, mampu mengakhiri game pertama dengan skor 30-10 bagi tim Virtus.pro, mereka membawa momentum kemenangan dengan matchyang terbilang cepat, hanya 26 menit. Poin perdana bagi Vladimir “No[o]ne” Minenko dan kawan-kawan.
Menuju pertandingan kedua, draft pick tidak biasa ditunjukkan oleh Virtus.pro yang mengambil Morphling sebagai carry karena hero ini sempat di-nerf di updateterakhir Dota 2.
Saat dimulai, permainan luar biasa agresif ditunjukan Vladimir “RodjER” Nikogosyan dengan Naga Siren nya. Tampil sebagai roaming support, mantan pemain Na’Vi dan Empire ini selalu menghasilkan kill di tiap rotasinya ke beberapa lane.
Walau hero Morphling terbilang “out of META” pada pembaharuan 7.10, rupanya di tangan Ramzes666 nerf bukan lah kendala besar. Mampu menjadi top networthsekaligus top kill dengan 11 korban, hal ini berhasil memberikan keunggulan 2-0 bagi tim Virtus.pro.
Tak ketinggalan permainan apik dari Morphling Ramzes666 lewat skill Replicate, ia menggunakan skill Glimpse untuk menangkap Disruptor dan menambah sorak penonton pada gelaran di Rumania tersebut.
Game terakhir, penentuan bagi VGJ.Thunder untuk mencoba menyeimbangkan skor guna menjadi juara turnamen major tersebut. Namun last pick kejutan datang ketika Ramzes666 mengambil salah satu signature hero miliknya, Broodmother.
Untuk melawan dominasi midlane dari hero tersebut, sang offlanerZhou “Yang” Haiyang menukar posisinya di midlane guna meng-counter insiasi dari Broodmother.
Sayangnya, segala inisiasi dan counter pick dari VGJ.Thunder belum mampu menahan liarnya dominasi Virtus.pro. Strategi yang tidak optimal hingga kemampuan tim dari Pavel “9pasha” Khvastunov dan kawan-kawan belum mampu memaksa mundur tim Virtus.pro.
Hingga puncaknya, clash terakhir di daerah dekat Roshan pit menjadi hiburan terakhir laga final setelah, VGJ.Thunder mengalami team wipe kedua kalinya di game ketiga tersebut.
Dengan hasil ini, Virtus.pro berhak membawa total hadiah sejumlah US$500,000dan 750 poin DPC, serta menjadikan turnamen PGL Bucharest Major sebagai kemenangan major ketiga mereka. Sebelumnya, mereka menjadi juara di gelaran Major ESL One Hamburg 2017 dan ESL One Katowice 2018.
Akumulasi poin DPC (Dota Pro Circuit) yang terus mengalir pun, menjadikan tim Rusia ini sebagai tim pertama yang mendapatkan direct invite ke gelaran turnamen terbesar Dota 2The International 8. Sekali lagi selamat atas kesuksesan mereka di turnamen-turnamen Dota 2 belakangan ini!

Congratulations to @virtuspro their victory today ensures them the first slot at The International 8
Buat lebih berguna, sebarkan:
close
CLOSE [X]