DRA Caster Dota 2 di IGC 2018

Semakin hari, esports Indonesia semakin berkembang dari hari ke hari. Tidak hanya perkembangan player namun juga talent esports yang semakin banyak yang memiliki style dengan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah Indra “DRA” Hadiyanto yang menjadi caster Dota 2 di IGC 2018.
Ia memulai karirnya sebagai caster di bulan Juni 2017 di Supreme League. Sebenarnya debut sebagai caster dimulai saat BINGO 2017 dan resminya saat The International 2017.
Talent pool yang sedikit di Indonesia ditambah kurangnya talent yang memiliki kemampuan analisa membuat ia tertarik untuk mencoba sebagai caster. Sebelumnya ia membantu usaha ibunya untuk menjaga toko. Seusai menjaga toko ia menghabiskan waktunya untuk bermain Dota 2.
Semakin hari, esports Indonesia semakin berkembang dari hari ke hari. Tidak hanya perkembangan player namun juga talent esports yang semakin banyak yang memiliki style dengan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah Indra “DRA” Hadiyanto yang menjadi caster Dota 2 di IGC 2018.
Ia memulai karirnya sebagai caster di bulan Juni 2017 di Supreme League. Sebenarnya debut sebagai caster dimulai saat BINGO 2017 dan resminya saat The International 2017.
Talent pool yang sedikit di Indonesia ditambah kurangnya talent yang memiliki kemampuan analisa membuat ia tertarik untuk mencoba sebagai caster. Sebelumnya ia membantu usaha ibunya untuk menjaga toko. Seusai menjaga toko ia menghabiskan waktunya untuk bermain Dota 2.
Setelah berpikir, ia akhirnya memilih menjadi caster karena lebih menghasilkan daripada menjadi pemain yang belum tentu berhasil. Selain itu, lulusan fakultas komunikasi ini juga memiliki talenta bisa berbicara di depan orang banyak.
Ia akhirnya mengajak temannya untuk menjadi caster Supreme League, Phandoy. Saat TI7, ia juga merangkap jabatan sebagai host dan juga caster. Sempat rajin melakukan cast namun, setelah YouTube Supreme League yang terkena ban, ia terlihat jarang lagi melakukannya.
IGC 2018 menjadi momen kembalinya dia di Dota 2 berkat keinginanya untuk bisa diekspose lebih oleh viewer di Indonesia dan akhirnya keinginan tersebut terkabul. Ia akhirnya menjadi analis bersama Vinzent “Oddie” Indra yang melakukan analisis sebelum dan sesudah pertandingan.
Image Courtesy: Dunia Games
Menurutnya menjadi analis lebih capek daripada caster karena berbagai hal. “Menjadi analis memerlukan lebih banyak data dan harus terus menerus melihat pertandingan untuk bisa menjadi bahan pembicaraan setelah pertandingan. Selain analis juga harus mencari cara bagaimana supaya orang juga tertarik untuk melihat” katanya.
Menurut DRA, tim Indonesia memliki peluang untuk bisa lolos ke The International 8. Menurutnya ada BOOM.IDThe Prime NND, dan PG.Barracx yang memiliki peluang untuk setidaknya lolos ke kualifikasi region SEA. Namun diperlukan usaha keras untuk bisa mewujudkan hal tersebut mengingat adanya tim-tim lain yang berambisi untuk lolos.
Sebelum menutup wawancara, siapakah tim yang menurutnya bisa menjadi juara IGC 2018? “Jujur tidak bisa diprediksi siapa yang menjadi juara. Namun ketiga tim yang disebutkan (BOOM.IDThe Prime NNDPG.Barracx) berpeluang untuk juara. XCN juga menjadi kuda hitam di turnamen dan sekarang lagi onfire” katanya.
Buat lebih berguna, sebarkan:
close
CLOSE [X]