Nasib Malang Invoker di Dota Pro Circuit

Dalam beberapa event terakhir, kita semakin jarang melihat Liquid.Miracle-bermain Invoker. Begitu juga dengan Secret.MidOne yang dikenal dengan Quas Wex Invoker-nya. Dalam beberapa event terakhir, Hanya Fnatic.Abed yang mampu menang menggunakan Invoker. Lalu kenapa Invoker kurang populer?
Carl the Invoker alias Arsenal Magus nampaknya sedang kurang cocok dengan META Dota Pro Circuit. Invoker merupakan salah satu hero yang sangat populer di Public Matchmaking Game. Namun, level kompetitif Invoker justru gagal bersinar.
Terutama di Dota Pro Circuit, Invoker hanya di pick sebanyak 15 kali sejak 7.07d. Kemalangan ini tidak bisa dibantah karena Invoker sebelumnya merupakkan salah satu mid hero yang bisa bersinar di banyak situasi. Namun statistik Invoker memang menunjukkan kenapa hero ini kurang populer, Statistik ini berlaku di qualifier untuk minor hingga ke level major.
Statistik : (Dari kiri ke kanan) Pick & Ban, Pick Rate, Ban Rate.
Invoker adalah salah satu hero yang ditunggu banyak fans dan viewers Dota 2. Karena hero ini adalah salah satu yang sangat flashy saat ditonton dengan berbagai spell-nya. Tak lupa hero ini adalah hero yang amat sangat mengerikan di late game. BKB bisa menjadi solusi namun BKB akan selalu turun durasinya dan bermain melawan Invoker dengan BKB hanya selama 5 detik bisa lumayan mengerikan.
5 detik BKB harus diaktifkan di timing yang sangat tepat melawan Invoker. Jika tidak, teamfight pasti akan berakhir dengan Invoker mengeluarkan semua spelldan core hero kita tak mampu berkutik.
Hero seperti Razor, Dragon Knight dan Leshrac bermain jauh lebih efektif dibanding Invoker dalam META sekarang yang mengandalkan fast game dan juga item timingyang sesuai.
Banyak alasan mengapa Invoker menjadi tidak populer

Payah di Early game

Double Null atau Aquila ? Ada beberapa case dimana Aquila lebih baik karena faktor armor dan mana regen. Namun Double Null Talisman memberikan stats dan damage.
Invoker dikenal sebagai salah satu hero yang sangat membutuhkan level sebelum bisa terlibat langsung dalam teamfight. Invoker memang lemah di laning stage.
Namun ia tetap mempunyai early game presence dengan global nuke: Sunstrike meskipun seringkali memerlukan setup disable seperti stun ataupun root.Kelebihan invoker terletak di bagaimana seorang Invoker player bisa bermain efisien dengan Quas untuk Health Regen dan memainkan Forge spirit dan alacrity.
Meskipun lemah pada saat laning, Invoker selalu bisa mengirimkan Sunstrike ke lane lain sebagai bentuk kontribusinya. Sunstrike adalah salah satu spell yang mengerikan: global pure damage nuke jika Invoker memilih bermain Exort.
Kelemahan dari Quas Exort Invoker adalah hero ini cenderung kesulitan dalam menghadapi early 5v5 teamfight dibandingkan dengan Quas Wex Invoker. Quas Wex Invoker bisa menjadi playmaker dan ganking di early game.
Sementara Quas-Exort dan Wex-Exort cenderung fokus pada farming. Secara singkat, Quas Wex Invoker mempunyai early game teamfight presence dan controlyang jauh lebih baik dibandingkan dengan Quas Exort Invoker.
Banyak Invoker mengatasi kelemahan mereka di early game dengan menggunakan cheap items seperti Ring of Basilius, Magic Wand, Double Null Talisman, Ring of Aquila, dan Raindrops. Item kecil ini seringkali justru memberikan dampak yang besar karena tanpa disadari beberapa item ini memang menghabiskan gold namun justru memberikan dampak yang signifkan pada fase laning.
Replay Invoker dari Abed selalu menunjukkan bagaimana Abed sangat peduli pada item “kecil” yang membantu laning stage. Seperti Double Null Talisman, Ring of Basi dsb.
Invoker sebetulnya mempunyai kemampuan untuk teamfight early dengan pemilihan item yang sesuai. Combo Eul’s Scepter + Sunstrike + Chaos Meteor + Deafening blast bisa menghasilkan damage yang cukup besar jika Invoker sudah mencapai 4 lvl di Exort. Combo Eul sangat cocok untuk melawan hero yang tidak punya escape mechanism (blink, doppelganger, invisible) dan lemah terhadap magic burst.
Eul Scepter populer untuk Quas-Exort Invoker. Sedangkan untuk Quas-Wex Invoker banyak yang mengakali dengan Urn of Shadows untuk ganking item atau bahkan Meteor Hammer. Urn membantu Cold Snap karena mempunyai Damage over Time(DoT) dan Meteor Hammer membantu jika Invoker sudah mencapai level 10 dan mengambil Talent +0.5s Tornado lift time.
Beberapa pemain sengaja mengambil item seperti Eul’s Scepter, Urn of Shadows, Drum of Endurance atau Meteor Hammer dibandingkan dengan Hand of Midas. Midas memang farming item dan membantu level untuk Invoker, namun itemseperti Urn, Drum, dan Eul bisa lebih membantu untuk fight di early game. Itemyang lebih efektif dari sekedar farming item namun juga fighting item.
Invoker sama seperti hero Dota lainnya memerlukan itemization yang sangat efektif dan harus dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang dihadapkan. Ada kalanya Invoker memerlukan Force Staff dibandingkan Blink Dagger. Ada Kalanya Hex Lebih penting dibanding Octarine Core. Read situation, adapt to it, win. 
Invoker Dota 2
Hero seperti Dragon Knight, Puck, dan Razor jauh lebih populer dibanding Invoker karena hero-hero ini dapat bermain mid-game dengan baik dan juga dapat bermain tempo tinggi tanpa harus banyak farming item maupun exp.
Invoker tidak bisa menjadi initiator yang reliable seperti Puck, yang hanya butuh Blink Dagger. Razor memberikan damage output dan efektifitas yang tinggi karena Static Link dan item seadanya. Razor, meskipun hanya dengan item seperti Drum of Endurance atau Phase dan Sange Yasha, bisa memberikan kontribusi damageyang tinggi.
Image Credit: Pinterest
Dragon Knight adalah salah satu hero yang sangat populer di pro scene dibanding Invoker karena kemampuannya untuk fit di role 1-2-3 dan salah satu hero yang paling cocok untuk pushing lineup. Pugna dan Lina lebih populer dibanding Invoker karena kemampuan mereka untuk push creep wave dengan cepat karena mempunyai nuke dengan cooldown rendah.
Invoker tidak bisa berbuat banyak di pusaran fast game META. Invoker sulit masuk dan berhasil kecuali dengan adaptasi yang ekstrim atau draft yang membuatnya hanya perlu farming dan Sunstrike. Namun, untuk perubahan orientasi Invoker menjadi early game tak jarang membuat Invoker menjadi kurang “greget” di late game. Karena proses transisinya ke Late game yang terhambat karena terlalu banyak mid game item.
Image Credit: ecaflort on Reddit

Let The Stats Talk

Secara statistik yang didapat dari Public Matchmaking Game, Invoker sebetulnya tidak gurem-gurem amat. Invoker mempunyai overall winrate yang stabil di angka 50.20%-51.10% dari seluruh gamenya di Matchmaking Dota 2.
Secara popularitas, hero ini tidak usah ditanya. Invoker menempati posisi 5 untuk hero paling populer di Dota 2; hanya di belakang Pudge, Shadow Fiend, Juggernaut, dan Sniper.
Invoker yang dulu menjadi salah satu hero kesayangan di pro scene rasanya menjadi semakin kurang dilirik.
Yang mengkhawatirkan adalah bagaimana Invoker memang membutuhkan waktu untuk menjadi hero yang efektif dan kesulitan menghadapi agresi. Invoker tidak bisa dengan begitu saja fight di menit 10-15 karena pada dasarnya hero ini membutuhkan waktu untuk menjadi efektif.
Invoker kalah populer dibanding hero seperti Broodmother dan Visage yang dikenal “cheesy”. Arteezy merupakan salah satu player yang skeptis terhadap Invoker pick di META ini.
Pada saat streaming, Artour “Arteezy” Babaev yang dikenal sebagai salah satu Invoker player menyatakan bahwa bahwa saat ini Invoker berada di titik yang aneh (weird spot), Karena, “hanya beberapa pemain yang dapat membuat hero ini (Invoker) terlihat bagus dan efektif” – “there are only few players that can make this hero looks good and effective
Saat ditanya “Apakah Anda (Arteezy) adalah salah satu yang bisa membuat hero ini terlihat bagus?”
Arteezy hanya menjawab “Tidak, Saya tidak tertarik bermain dan berlatih Invoker untuk saat ini. Mungkin beberapa pemain bisa membuat Invoker terlihat bagus pada kesempatan tertentu yang langka”
Seperti kata Arteezy Invoker membutuhkan skill ekstra, bahkan di pro level. Beberapa pro player sempat mencoba eksperimen Invoker di official match.
Invoker Sticker on Teepublic.com
Abed bermain Invoker di game 3 Lower Bracket Babak 2 Dreamleague Minor pada 23/3 Lalu.
Abed bermain Invoker dengan baik dan sukses menjadi salah satu faktor penentu dalam kemenangan Fnatic atas Newbee. Fnatic gagal menang di Grand Final melawan Secret, tapi setidaknya fans kembali dapat menonton Invoker dimainkan di pro level.

Conclusion: Make Invoker Great Again?

Image Credit: budgy_houzz
Sulit melihat Invoker kembali populer di META yang cenderung lebih cepat ini. Heroini tetap akan menjadi pocket pick untuk beberapa waktu ke depan sebelum mendapatkan buff signifkan ataupun sedikit bantuan di laning stage.
Untuk di Public Matchmaking Game, Invoker tetap menjadi salah satu hero yang bisa populer jika dimainkan dengan efektif dan efisien. Tak dapat dipungkiri bagaimana Invoker membutuhkan waktu yang lama untuk online dan terlibat penuh di teamfight.
Image Credit: Alice X. Zhang
Invoker tetap menjadi hero yang mengerikan di late game situation dan menjadi salah satu hero yang sulit untuk dilawan tanpa Spell Immunity atau gap-close hero. Namun, kelemahannya di early dan mid game membuat hero ini tetap sulit untuk menjadi populer.
Carl is waiting for your buff Mr. Frog!
Buat lebih berguna, sebarkan:
close
CLOSE [X]