Mengenal DotA 1 Gods : Xu “BurNIng” Zhilei

Pada masa awal kompetitif DotA ada beberapa pemain yang dikenal sebagai “Gods” atau “Para Dewa”. Mereka yang mempunyai gelar dewa ini menjadi nama-nama paling dikagumi banyak orang bahkan sejak masa awal DotA masih merupakan Custom Map untuk Warcraft 3 (Dota 1).
Tulisan ini adalah bagian ketiga dalam serial artikel mengenai sejarah para dewa. Artikel sebelumnya membahas mengenai M-God: best Zeus player dari North America Ben “Merlini” Wu dan V-God: Raja ganker dari Rusia Ivan “Vigoss” Shinkarev.
Kali Ini kita akan membahas “The Emperor” atau kaisar dari Chinese DotA , B-Godatau BurNIng: One of the greatest carry and the best Anti-Mage player, ever. 
4 dari 5 dewa di DotA. Dari kiri ke kanan: Vigoss, Yamateh, Merlini, LodA. Mereka mempunyai karakter dan gaya masing-masing. Image Courtesy: thescoreesports
BurNIng bukanlah nama yang asing bagi para pemain Dota 1Xu “BurNIng” Zhileiadalah pemain legendaris asal China yang dikenal sebagai salah satu carry terbaik sepanjang sejarah professional DotA. Dari era DotA hingga Dota 2, BurNIng menjadi salah satu nama yang dikagumi banyak orang.
Xu “BurNIng” Zhilei tumbuh besar di keluarga sederhana di Tongling, Provinsi Anhui di China. Ayah BurNIng adalah seorang pekerja tambang dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Xu Zhilei menghabiskan waktu setelah pulang sekolah dengan bermain di Internet Cafe alias warnet.
BurNIng senang menonton Starcraft dan Warcraft III. BurNIng tumbuh dewasa bersama gaming dan karirnya sebagai DotA player merubah hidupnya secara drastis. 
Seperti banyak pemain DotA 1, ia memulai perjalanan gaming-nya di Warcraft 3. Dari Warcraft 3 BurNIng muda mulai mengenal banyak Custom Maps, salah satu yang paling sering ia mainkan adalah DotA.
Pertumbuhan DotA sebagai Custom Maps di Tiongkok pada kala itu adalah fenomena tersendiri. Semua warnet berubah menjadi tempat bermain DotA. Bermain DotA menjadi salah satu budaya yang muncul di generasi muda Tiongkok kala itu dan bertahan hingga saat ini.
Di Tiongkok, DotA player sama populernya dengan penyanyi atau aktris dan aktor. Berbagai pertandingan tingkat nasional dan regional menjadi tayangan lumrah di siaran televisi Cina. DotA adalah game nasional warga China, sama seperti StarCraft untuk warga Korea Selatan.
Belum lagi populasi yang besar membuat China menjadi kiblat tersendiri untuk DotA dari masa awal perkembangannya.
Image Courtesy: Newzoo
DotA adalah salah satu hal yang membuat gaming dan esports di Tiongkok menjadi lebih besar dibanding negara lain. DotA di China membuka jalan untuk professional gaming yang lebih terstruktur.
BurNIng mulai bermain DotA di akhir tahun 2007. BurNIng jatuh cinta dengan DotAsejak pertama kali ia bermain game ini. BurNIng muda sangat tertarik dengan berbagai game RTS dan sempat ingin menjadi professional player di Warcraft III. Namun pertemuannya dengan DotA mengubah jalan karirnya. 
Mimpi BurNIng menjadi professional gamer bukan tanpa alasan, Chinese DotA Scene saat itu tumbuh dengan subur. Jika Korea punya Starcraft, China punya DotA.
Jika kita melihat sejarah kompetitif DotA, Tiongkok menjadi region yang kecepatan pertumbuhannya paling pesat. Pada periode tahun 2007-2010, berbagai kompetisi tingkat lokal muncul di Tiongkok dengan prize pool yang semakin menggiurkan.
Tidak mau kalah dengan western scene, berbagai kompetisi internasional di timur muncul di Tiongkok, Malaysia dan Filipina yang menjadi 3 poros kekuatan DotA di Asia. 

Awal Karir: CaNt dan 7L

BurNIng merintis karir profesionalnya di pertengahan 2008. Tidak jauh beda dari karir pemain esports lainnya, ia merintis tim dengan orang-orang terdekatnya yang sudah bermain bersama di warnet.
BurNIng membentuk CaNt dan 7L bersama LongDD dan N3komata.
Fakta unik dari 7L adalah manager pertama mereka tak lain dan tak bukan adalah Pan “ruru” Jie, sosok perempuan yang saat ini menjadi CEO dari CDEC Programdan LGD Gaming. 7L Clan berhasil bersinar di G-League DotA 2009 dengan mengalahkan EHOME di final. Sebelum 7L, CaNt menjadi tim muda yang bersinar di Tiongkok karena catatan mereka yang baik di kancah internasional.
CaNt juga pernah bermain melawan Fnatic-MSI. Tim Fnatic-MSI DotA pada saat itu mempunyai roster pemain yang semuanya dari Indonesia. Fnatic-MSI saat itu diisi dengan nama-nama pemain terbaik Indonesia yang saat ini sudah menjadi legenda di Dota, yaitu LakuciRitter “Ritter” Rusli, dan Farand “KoaLa” Kowara.
BurNIng bermain di final turnamen Makes Game Colorful 2008 melawan Fnatic-MSI. Kala itu, BurNIng takluk melawan Fnatic 2-1 di Best of 3 Series.
InYourDream bukan pemain Indonesia pertama yang direkrut Fnatic. Sebelumnya Fnatic-MSI Indonesia berisi para legenda DotA Indonesia. Mereka bahkan pernah bermain dan menang melawan BurNIng.
Saat itu DotA masih versi 6.53. Goblin Clockwerk baru masuk Captain’s mode, Raijin alias Storm Spirit masih terlihat chubby, dan orang-orang masih bermain dengan gayanya masing-masing. 
7L diisi oleh pemarin seperti, aNgel_LovEr, LongDD, DanChe, dan DGC. 7L tidak bertahan lama karena sistem pembagian gaji pemain yang kurang transparan dari organisasi dan beberapa sponsor menuntut timbal balik berupa uang dari organisasi.
Pada masa itu, esports masih penuh dengan penipuan yang bisa menjebak pemain dan berbagai organisasi cenderung bekerja tidak transparan kepada para pemain, investor, ataupun sponsor.
BurNIng sudah digambarkan sebagai “皇帝 (Huángdì) / The Emperor” sejak era 7L karena kesuksesan 7L dan BurNIng di level kompetisi internasional dan juga bagaimana BurNIng bisa menjadi bintang di berbagai hero yang ia mainkan.
Dalam perjalanannya, BurNIng dikenal sebagai salah satu pemain yang paling efisien dari awal hingga akhir. Dari sekian banyak pemain Tiongkok pada masa itu, BurNIng bersinar dengan bermain hero-hero hard carry secara efisien dan membuat banyak orang kaget karena hero-hero tersebut yang biasanya dimainkan dengan cara yang tidak efisien.

Dominasi BurNIng di DotA: The Legend of EHOME.GIGABYTE.AAA

EHOME merekrut BurNIng karena satu alasan: BurNIng adalah salah satu pemain yang mengancam dominasi EHOME di Tiongkok.
Saat itu, BurNIng menggunakan nickname yang unik yakni “AAA“. BurNIng menggunakan id AAA karena pada saat itu Warcraft III DotA hanya bisa mendukung username dengan maksimal 15 karakter. Nama BurNIng tidak cukup untuk digunakan karena sponsor EHOME saat itu.
DTS (Dendi, NS, Dread, LightOfHe melawan EHOMe di ESWC 2010.
Dalam perjalanan BurNIng di EHOME, EHOME berubah dari “good team” menjadi “great team“. EHOME adalah organisasi dengan sejarah tersendiri di DotA. Dikenal sebagai salah satu tim dengan sejarah dan prinsip yang kuat, mereka dikenal karena fanbase yang fanatik di awal perkembangan DotA karena di mana pun akan selalu ada fans yang meneriakan nama “EHOME” di turnamen tempat mereka berlaga.
Chinese DotA saat itu mulai menjadi nama yang besar karena dominasi mereka di turnamen internasional. Namun EHOME adalah satu-satunya yang benar-benar dominan. BurNIng menjadi salah satu pemain yang paling penting karena ia bisa bermain dengan banyak play styleDraft EHOME pun jadi lebih dominan dan punya banyak variasi.
BurNIng dan EHOME menjadi 2 nama yang dominan di 2010-2011. Mereka menjadi salah satu tim terbaik sepanjang sejarah professional DotA. Mereka juga merupakan salah satu tim pertama yang mempunyai coach atau pelatih.
Daftar turnamen yang dimenangkan BurNIng di DotA.

Chinese Retirement dan Pencapaian di Dota 2

BurNIng sempat beberapa kali menyatakan akan pensiun dan berhenti bermain Dota secara profesional. Di pertengahan musim 2012-2013, ia sempat menyatakan bahwa ia akan pensiun dari Dota pasca TI 3.
Performa BurNIng sebagai carry di tahun 2012 menempatkannya sebagai carry terbaik. Anti-Mage, Morphling, dan Lone Druid menjadi hero-hero yang paling sering ia mainkan.
BurNIng Anti-Mage bisa jadi salah satu kombinasi player-hero yang paling iconic di sejarah panjang Dota, BurNIng dikenal sebagai best anti-mage baik di Dota 1 maupun Dota 2. Kenapa?
Karena, BurNIng bisa bermain efisien di hero yang bisa dibilang membutuhkan banyak farming sebelum online dan ready. BurNIng selalu dapat membuat tim yang dibelanya bermain dengan baik karena Anti-Mage nya tetap mempunyai early-game presence yang baik.
Capaian BurNIng di Dota 2
Di TI3, BurNIng gagal bermain gemilang. Rencana pensiun BurNIng ternyata tidak direstui oleh Team DK karena mereka akhirnya justru menambahkan pemain untuk membantu BurNIng.
Kala itu, Team DK justru membentuk All-Star Asia Team yang berisikan: BurNIng,Mushi, iceiceice, LaNm, dan MMY.
Rencana BurNIng untuk pensiun di 2013 diundur namun BurNIng menyatakan di beberapa interview bahwa bermain Dota secara profesional menguras banyak energi, baik secara mental maupun fisik.
Ia juga menyatakan bahwa segala kelelahan tersebut bisa berakumulasi, membuat seorang player dapat kehilangan motivasi, dan akhirnya tidak bermain maksimal.
Setelah finis di posisi 4 di The International 2014, BurNIng menyatakan pensiun dari Dota 2. BurNIng menyatakan mundur dari Team DK dan akan mengambil waktu istirahat dari Dota sebelum memulai karir menjadi streamer.
Namun tuntutan banyak pihak membuat BurNIng sekali lagi harus kembali. Kali ini, ia berada di bawah bendera tim yang berbeda, yakni Invictus Gaming. BurNIng kembali di Desember 2014 dan menyatakan akan membentuk tim untuk The International 2015. Ia juga sempat kembali bermain bersama tim kasual Big God untuk DAC 2015.
Burning
BurNIng bersinar di Dota 2 bersama IG. Puncaknya, ia memenangkan DAC 2017 dan mengejutkan banyak pihak karena tetap bisa bermain luar biasa di usia yang sudah tidak muda lagi.
BurNIng mengukir ending yang baik untuk karirnya bersama IG. Bersama IG, BurNIng kembali menjadi carry yang luar biasa di ujung karirnya.
Bersama dengan squad muda yakni BoBoKa, OP, XXS, Q. Pengalaman BurNIng menjadi faktor kunci. Leadership dan juga performa carry dari BurNIng menjadi salah satu rumus kesuksesan Invictus Gaming.
Puncaknya BurNIng memenangkan DAC 2017 dengan dominan. Strategi BurNIng Juggernaut dan XXS Magnus bekerja secara mulus sepanjang DAC 2017. BurNIng sendiri didaulat menjadi MVP turnamen tersebut karena performanya.
Sayangnya, BurNIng hanya finis di posisi 5-6 di The International 2017.
BurNIng hanya melewatkan TI1 dan TI6 sepanjang karirnya dan menjadi salah satu pemain yang diingat sebagai legenda meski tidak pernah mengangkat Aegis of the Champion.
Buat lebih berguna, sebarkan:
close
CLOSE [X]