5 Team Besar Yang Akan Melewatkan Ajang The International 8

Ajang The International 8 menjadi gelaran yang dinantikan oleh para tim profesional Dota 2 di berbagai regional. Selain karena menyimpan prizepool yang fantastis, The International 8 menjadi panggung utama bagi tim-tim Dota 2 untuk unjuk gigi di jajaran tim-tim kelas dunia.

Lantas, beberapa nama dan tim-tim besar pun tak luput jadi korban. Tim yang mempunyai sejarah panjang di dunia Dota 2 hingga jajaran tim juara di gelaran tersebut.
Berikut tim-tim besar yang melewatkan ajang akbar Dota 2 di Rogers Arena, Vancouver, Kanada:

1. Alliance

Alliance memenangkan trofi The International 2013. Source: Dota 2
Siapa yang tidak tahu tim esports bersejarah asal Swedia ini? Selain karena sempat menjuarai ajang The International 3 di tahun 2013, Loda & AdmiralBullDogmenjadi sosok yang melekat di pikiran para penggiat esports Dota 2 ketika mengingat tim Alliance.
Alliance terbentuk paska kegagalan Loda di gelaran The International 2. Loda tampil untuk Team Zenith pada gelaran TI2, namun tim tersebut gagal melaju ke babak semi-final setelah dikalahkan oleh Team DK.
Loda yang membentuk Alliance pada 12 April 2013 tidak membutuhkan waktu yang lama untuk meraih trofi Aegis.
Pasalnya, Alliance berhasil mendapatkan title The International 3 setelah mengalahkan sang mantan juara The International 1, Natus Vincere dengan skor 3-2.
Jonathan “Loda” Berg dan Alliance paska memenangkan trofi Aegis Immortals di gelaran TI 3. Source: REUTERS/David Ryder (UNITED STATES)
Kemenangan ini menjadi awal mula kebangkitan Alliance diikuti dengan rentetan prestasi yang membanggakan.
Lewat kemenangan heroik tersebut juga Alliance berhasil meraih banyak fans dan semakin terkenal dengan tagar #LongLiveAlliance.

2. EHOME

Roster EHOME pada The International 6. Source: EHOME Twitter
Sebuah organisasi esports ternama di daratan China ini juga menjadi salah satu tim yang absen di ajang The International 8. EHOME harus pulang setelah dikalahkan oleh iG.Vitality di kualifikasi pertama dan juga dikalahkan oleh Team Waoo di kualifikasi pertandingan kedua.
Meskipun ditukangi oleh pelatih legenda Dota 2 asal China, Xiao8, EHOME belum mampu menampilkan permainan terbaik mereka. Tim ini bahkan diperkuat oleh mantan pemain Wings Gaming, sang juara The International 6.
Faith_bian dan y’ memperkuat tim tersebut bersama dengan veteran Dota 2 dari EHOME, old_chicken. Namun siapa sangka tim yang berisikan pemain bintang ini bahkan tidak mampu lolos ke babak main qualifier TI8 regional China.
Roster EHOME dengann Faith_bian (dua dari kiri) dan y’ (dua dari kanan). Source: Dota 2
EHOME sendiri memiliki sejarah panjang di ajang The International besutan Valve tersebut. Mereka sempat berpartisipasi di rangkaian acara The International di tahun 2012, 2015, 2016 hingga puncaknya menjadi runner-up pada tahun 2011.
Roster EHOME pada The International 2. Source: Dota 2
Belum ada pengumuman lebih lanjut mengenai kelangsungan tim EHOME paska gagal lolos ke ajang akbar Dota 2 tersebut. Di sisi lain, persaingan Dota  2 regional China memang sedang panas dengan tampilnya tim-tim baru seperti Team Serenity dan VGJ.Thunder.

3. Team Empire

Team Empire di ajang The International 7. Source: Dota 2
Mungkin tim ini tidak terlalu terkenal, atau bahkan tidak sedikit penggiat esports Dota 2 yang tidak tahu akan tim berlogo prajurit berkuda tersebut. Team Empire merupakan tim yang cukup lama berkecimpung di dunia esports Dota 2.
Tepatnya pada 25 Desember 2011, Team Empire memulai perjalanannya di ranah kompetitif Dota 2. Namun tim tersebut baru meraih gelar perdananya setelah 3 tahun divisi Dota 2 terbentuk.
Team Empire meraih gelar perdananya di ajang Dota 2 Champion League Season 3setelah mengalahkan fnatic.
Team Empire gagal melaju ke The International 8 setelah performa mengecewakan di babak grup regional CIS.
Mereka hanya mampu memenangkan 2 gelaran dan menerima 5 kekalahan, bahkan kalah melawan tim Digital Dimension yang baru merubah susunan rostermereka.
Team Empire di ajang The International 7. Source: Dota 2
Team Empire sendiri sempat berpartisipasi di 2 ajang The International, yaitu pada tahun 2015 dan 2017. Meskipun demikian, mereka belum mampu berbuat banyak di ajang akbar Dota 2 tersebut.
Team Empire di ajang The International 5. Source: Dota 2
Torehan terbaik Team Empire di ajang The International hanya mampu menempati posisi ke-7/8 pada tahun 2015.
Dengan roster yang penuh pengalaman seperti Ghostikfn, dan Miposhka, Team Empire memang tampil mengecewakan di babak grup The International 8 regional CIS.

4. CompLexity Gaming

Roster compLexity Gaming di The International 2015. Source: GosuGamers
Satu tim dari regional Amerika Utara yang melewatkan ajang The International 8 di Rogers Arena, Vancouver, Kanada. Mereka menjadi tim yang gagal lolos setelah gagal di babak grup dan di babak playoff.
CompLexity Gaming tampil perkasa di babak grup dengan menempati posisi 3 dan melaju ke babak tie-breaker.
Namun mereka belum mampu mengamankan tiket pertama TI8 dari regional Amerika Utara setelah kalah dua kali melawan Immortals dan VGJ.Storm.
Meskipun demikian, compLexity Gaming tetap berhak melaju ke babak playoff dengan status 3 besar perolehan poin di babak grup kualifikasi The International 8.
Layaknya mimpi buruk, compLexity Gaming justru menelan kekalahan demi kekalahan paska kalah di babak tie-breaker.
CompLexity Gaming di The International 2. Source: Dota 2
Tim tersebut harus tersingkir di upper bracket dengan skor 2-0 setelah kalah melawan Evil Geniuses. Di babak lower bracket, compLexity Gaming juga menelan kekalahan melawan finalis ESL One Birmingham 2018OpTic Gaming dengan skor 2-0.
Roster compLexity Gaming di The International 2015. Source: GosuGamers
Kekalahan ini memastikan absennya compLexity Gaming dari ajang akbar Dota 2tersebut. CompLexity Gaming divisi Dota 2 yang terbentuk pada 16 Februari 2012 ini telah menghadiri ajang The International di tahun 2012 dan 2015 meskipun belum mampu berbuat banyak.

5. Natus Vincere

Na’Vi di The International 6. Source: Dota 2
Yup, salah satu tim yang mungkin sudah kalian prediksi akan hadir di jajaran tim yang absen di ajang The International 8.
Selain karena tim ini berprestasi di ranah kompetitif Dota 2 skala internasional,Natus Vincere juga mengemban status juara The International pertama pada tahun 2011.
Selain prestas tim esports asal Ukraina di dunia Dota 2Dendi juga menjadi pemain yang lekat dengan tim tersebut. Pemain yang paling lama memperkuat tim esportsDota 2 sejak terbentuk pada tahun 2010.
Dendi yang bermain dengan PuppeyKuroKyARS-ART hingga ArtStyle ini memiliki segudang pengalaman di ranah kompetitif Dota 2.
Namun sayang, Na’Vi belum mampu melaju ke ajang The International 8 setelah performa buruknya di babak open qualifier regional CIS.
Natus Vincere menjuarai ajang The International 2011. Source: Dota 2
Pada kualifikasi pertama, Na’Vi dikalahkan oleh tim baru berisikan para veteranDota 2Team Espada dengan skor 2-0. Melaju ke kualifikasi kedua, Na’Vi kembali tampil mengecewakan setelah kalah dengan tim medioker, imagine hehe.
Natus Vincere kembali gagal tampil di ajang akbar Dota 2 tersebut setelah absen pada gelaran The International 7 tahun 2017 lalu.
Status sebagai tim langganan The International harus resmi mereka lepas setelah kegagalan pada tahun 2017 lalu.
Puncaknya, CEO Natus Vincere dalam laman resmi organisasi esports tersebut memutuskan untuk menonaktifkan roster Dota 2 Na’Vi paska hasil buruk di babak kualifikasi The International 8 regional CIS.
Buat lebih berguna, sebarkan:
close
CLOSE [X]